Separuh jiwa t’lah kau bawa
Separuhnya lagi merupa fatamorgana
Rumah ini pun tampak kosong
Terendus segala peluh dan keluh
Mencoba merenjana jiwa kelana
Merajut kembali ruh yang terurai
Menyatu dalam tubuh nan lusuh
Membangkitkan kesadaran diri sejati 
Kecebong-kecebong itu pun beranjak
Sekumpulan kampret pun enyah
Tak kuasa menahan fitrah alam
Tak terelakkan dari hukum semesta raya
Saat jiwa kembali utuh
Kembali dari perantauan entah
Rumah kita pun mulai riuh
Terisi oleh gelak tawa bahagia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *